![]() |
Ilustrasi nyamuk (Pixels/Pixabay) |
Pada sore yang tenang, saat kamu bersantai di teras rumah, tiba-tiba sekumpulan nyamuk menyerang. Atau ketika kamu berjalan santai di hutan kota di pagi hari, kakimu menjadi incaran nyamuk betina yang mencari darah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tidak ada genangan air yang terlihat, lalu dari mana nyamuk-nyamuk ini muncul?
Metamorfosis Nyamuk dan Siklus Hidupnya
Sebelum memahami lebih jauh, penting untuk mengetahui bahwa nyamuk mengalami metamorfosis sempurna dalam siklus hidupnya. Fase awal dari siklus hidup nyamuk dimulai dengan telur yang biasanya ditemukan di tempat-tempat yang menggenang, seperti tutup botol, selokan yang tersumbat, hingga area mangrove. Telur yang menetas di air akan berubah menjadi larva, yang sering disebut sebagai jentik, dalam waktu 5 hingga 14 hari. Setelah itu, larva akan berkembang menjadi pupa dalam waktu 24 hingga 48 jam. Nyamuk dewasa kemudian akan muncul dari air dan terbang mencari sumber makanan, berkembang biak, serta mencari sumber darah yang dibutuhkan oleh nyamuk betina.
Pentingnya Air dalam Kehidupan Nyamuk
Air memiliki peranan yang sangat vital dalam pertumbuhan dan perkembangan nyamuk, mulai dari setetes air hingga genangan yang lebih besar. Tanpa kita sadari, ada beberapa sumber alami yang menjadi sarang bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Tumbuhan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan serangga, termasuk nyamuk. Beberapa jenis tumbuhan memiliki struktur rongga atau cekungan yang dapat menampung air, yang dikenal dengan istilah fitotelmata (phytotelmata). Tanpa kita sadari, fitotelmata ini menjadi habitat alami bagi beberapa spesies nyamuk, termasuk Aedes albopictus.
Tanaman-tanaman ini bisa menjadi markas rahasia nyamuk
Tanaman Bromelia
![]() |
Tanaman Bromelia (Pixels/Sasha Kim) |
Tanaman Talas Hias dan Aglonema
![]() |
Aglonema (Pixels/Kaboompics.com) |
Tanaman Aglonema, yang lebih dikenal dengan nama tanaman sri rejeki, masih berada dalam satu famili dengan talas hias (Alocasia, Colocasia, dan Xanthosoma) dalam suku Araceae. Tanaman ini biasanya dikenal sebagai herba atau perdu, yang memiliki umbi dan bunga dengan pelindung (seludang/spatha). Beberapa spesies dari suku Araceae memiliki daun lebar dan batang berongga. Dalam rongga ini, air sering kali menggenang tanpa kita sadari, menjadi tempat rahasia bagi nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti untuk bertelur.
Tanaman Bambu
![]() |
Tanaman Bambu (Pixels/Tom Van Dyck) |
Tanaman bambu termasuk dalam suku Poaceae dan memiliki ciri khas batang yang beruas serta berongga. Tanaman ini tumbuh dalam bentuk rumpun dengan tajuk yang rimbun. Rongga pada batang bambu ini berpotensi menjadi sumber genangan air yang kemudian dimanfaatkan oleh nyamuk sebagai tempat berkembang biak. Beberapa spesies nyamuk yang telah ditemukan dan diidentifikasi dari tunggul dan ruas bambu tercatat dalam penelitian tahun 2007, antara lain: Aedes (Stegomyia) albolineatus, Orthopodomyia albipes, Heizmannia (Heizmannia) communis, Uranotaenia (Pseudoficalbia) bimaculata, Tripteroides (Rachionotomya) aranoides, Toxorhynchites kemp, Aedes (Finlaya) sp., Tripteroides (Tripteroides) sp., dan Armigeres (Leicester) sp.